LITERASI DIGITAL: CERDAS BERMEDSOS ALA ISLAM

admin
0

 


“Whoever controlled information would ultimately control the future”

Alvin Toffler, 1990.

 

Futurolog Alvin Toffler, pada tahun 1990, dalam bukunya Powershift: Knowledge, Wealth, and Violence at the Edge of the 21st Centurymengatakan, siapa pun yang mengendalikan informasi, pada akhirnya akan mengendalikan masa depan.” Bahkan, kata Toffler, keseimbangan kekuasaan akan bergeser, bukan lagi melalui kekerasan atau kekayaan saja, tetapi melalui pengetahuan (Toffler, 1990).

Kini, penguasaan informasi sudah semakin terbuka. Siapa saja bisa mengakses informasi dengan cepat, akurat, dan dalam sewaktu atau real time. Perkembangan informasi ini setali tiga uang dengan perkembangan teknologi internet of think (IoT) dan artificial intelligence (AI). Dengan teknologi internet, informasi bisa didapatkan dengan mudah dan bahkan dalam hitungan sewaktu. Dengan AI, informasi dapat disampaikan dengan menarik, dramatis dan propogandis.

Terlebih, sekarang ini telah berkembang banyak aplikasi (Apps), baik yang berbayar dan gratis. Termasuk di antaranya adalah media sosial. Yang paling banyak digunakan, saat ini adalah facebook (3,07 miliar orang di dunia dan 122 juta orang di Indonesia), instagram (1,8 miliar orang di dunia dan 103 orang di Indonesia), X (586 juta penduduk dunia dan 25,2 juta orang di Indonesia), tiktok (1,94 miliar orang di dunia dan 108 juta orang di Indonesia), dan youtube (2,5 miliar orang di dunia dan 143 juta orang di Indonesia).  Selengkapnya KLIK di sini 

-------


Author: Abdul Shomad, MA
§Direktur Eksekutif at Center for Islamic Studies, Public Policy and Society Empowerment (CISPiSE) 
§Disampaikan pada perkuliahan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi di Gedung MUI Kabupaten Bekasi pada Oktober 2025.


Tags

Posting Komentar

0Komentar

kritis, konstruktif dan solutif

Posting Komentar (0)